Go-Jek Berencana Mencari Pendanaan Baru

56
Go-Jek, on-demand
Go-Jek, startup penyedia layanan on-demand (Go-Jek)

Teknologi.info – Terakhir startup penyedia layanan on-demand, Go-Jek mendapatkan pendanaan pada Agustus 2016. Saat itu, memperoleh pendanaan sebesar 550 juta dollar Amerika Serikat atau sekitar lebih dari 7 triliyn Rupiah. Dana dari KKR & Co, Warbug Pincus, Farrallon Capital itulah yang membuat Go-Jek menjadi startup unicorn pertama di Indonesia.

Kabar terbaru dari Wall Street Journal bahwa Go-Jek sedang mencari pendanaan baru. Dana yang dibutuhkan sebesar 1 miliar dollar Amerika Serikat atau lebih dari 13 triliun Rupiah. Akhir April ini merupakan batas akhir untuk batch pertama funding tersebut.

Valuasi pre-money Go-Jek sekarang mencapai 2 milliar dollar Amerika Serikat. Dengan pendanaan baru tersebut, akan dimanfaatkan Go-Jek bersaing dengan kompetitornya Uber dan Grab di Indonesia.

Dikutip dari Daily Social, ada berbagai perusahaan yang disebut berminat untuk investasi di Go-Jek. Dari perbankan seperti China International Capital Corp dan Credit Suisse AG. Selain itu, salah satu perusahaan digital terbesar di Tiongkok yaitu Tencent juga ingin ambil bagian dalam funding tersebut.

Sementara itu, dengan dana barunya Go-Jek ingin menyaingi secara langsung Grab yang lagi mencari pendanaan baru. Dikabarkan Grab dapat dana dari Softbank sebanyak 1,5 milliar dollar Amerika Serikat atau sekitar 20 triliun Rupiah.

Grab dengan program Grab 4 Indonesia-nya mengakuisisi startup e-Commerce dan pembayaran asal Indonesia yaitu Kudo. Hal itu untuk menyaingi platform pembayarannya Go-Jek, Go-Pay. Grab dengan GrabPay-nya memang belum signifikan, oleh karena itu mereka merekrut eksekutif untuk platform pembayarannya.