Setengah Miliar Lebih Aplikasi Terinstal di Play Store, Developer Ini Tetap Kena Banned dari Google

1764
Aplikasi Android oleh Do Global di Google Play
Sebagian Aplikasi Android oleh Do Global yang di-banned oleh Google

Teknologi.info – Google mengambil tindakan pelarangan (banned) dengan menghapus masal aplikasi buatan DO GLOBAL (pengembang Android besar asal Tiongkok) setelah investigasi yang diungkapkan oleh BuzzFeedNews yang menemukan bahwa developer ini melakukan pelanggaran terhadap kebijakan iklan dan menyembunyikan rincian kepemilikan aplikasi dari pengguna.

Sampai kemarin, 46 aplikasi dari DO Global, yang sebagian dimiliki oleh raksasa internet Baidu, hilang dari Play Store. Aplikasi DO Global juga tidak lagi menawarkan inventaris iklan untuk pembelian melalui jaringan AdMob Google. Hal ini menunjukkan bahwa dengan di-ban-nya mereka di Google Play juga merambat ke jaringan produk iklan khusus mobile milik Google (AdMob).

Google tidak mengomentari secara khusus tentang kasus ini, tetapi sebuah sumber mengatakan bahwa raksasa internet Google akan melarang DO Global secara keseluruhan, dan mungkin akan lebih banyak aplikasi yang akan dihapus nantinya.

“Kami secara aktif menyelidiki aktifitas yang dianggap melanggar kebijakan, dan ketika kami menemukan pelanggaran, kami akan mengambil tindakan, termasuk penghapusan kemampuan pengembang untuk memonetisasi aplikasi mereka dengan AdMob atau menerbitkan di Google Play,” kata juru bicara Google.

Sebelum penghapusan aplikasi, DO Global memiliki sekitar 100 aplikasi di Play store dengan lebih dari 600 juta pemasangan. Penghapusan mereka dari Play Store menandai salah satu banned terbesar yang pernah Google lakukan terhadap developer/pengembang aplikasi. DO Global adalah anak perusahaan dari Baidu dengan persentase saham sebesar 34%.

Setelah cerita ini diterbitkan, DO Global mengeluarkan pernyataan kepada BuzzFeedNews yang mengakui dan meminta maaf atas “penyimpangan” di aplikasi-aplikasinya, dan mengatakan menerima keputusan Google.

“Pertama-tama, kami ingin menyampaikan terima kasih kami kepada Buzzfeed untuk artikel Anda. Kami sepenuhnya memahami keseriusan tuduhan tersebut. Karena itu, setelah membaca laporan tentang aplikasi kami, kami segera melakukan penyelidikan internal tentang masalah ini. Kami menyesal menemukan penyimpangan dalam beberapa penggunaan iklan AdMob produk kami. Mengingat hal ini, kami sepenuhnya memahami dan menerima keputusan Google. Selain itu, kami telah secara aktif bekerja sama dengan mereka dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap setiap aplikasi yang terlibat.

Kami ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi atas laporan Anda. Ke depan, kami akan dengan ketat mengikuti peraturan terkait dan terus melakukan tinjauan komprehensif terhadap produk kami. Terakhir, selama proses ini, kami telah menyebabkan kesalahpahaman dan keprihatinan besar karena kami tidak dapat berkomunikasi secara tepat waktu dan memberikan informasi lengkap. Kami menawarkan permintaan maaf yang tulus.”

DO mengklaim memiliki lebih dari 250 juta pengguna aktif bulanan untuk aplikasinya, dan menjangkau 800 juta pengguna melalui platform iklannya.

Dalam laporan BuzzFeedNews pekan lalu, bahwa setidaknya 6 aplikasi dari DO Global termasuk kode yang membuat mereka secara “curang” mengklik iklan bahkan ketika pengguna tidak menggunakan aplikasi. Aplikasi juga terdaftar di Play store dengan nama pengembang generik “Pic Tools Group” dan “Photo Artist Studio,” dan mengarahkan kebijakan privasi mereka ke Tumblr, dan tidak mengungkapkan bahwa mereka dimiliki oleh DO. Ini merupakan pelanggaran kebijakan Play Store untuk menyembunyikan informasi kepemilikan, dan melakukan penipuan iklan. “Penipuan” iklan terdeteksi oleh keamanan Check Point, yang menanggapi permintaan dari BuzzFeedNews untuk memeriksa aplikasi yang ditemukan selama penyelidikan.

Google menghapus keenam aplikasi itu, dan mengklaim sistem internalnya juga menandai sebagian besar untuk dihapus. 40 aplikasi DO lainnya menghilang dari Play store minggu ini, termasuk 20 menggunakan nama pengembang Do Global Games, dan 14 terdaftar di bawah Applecheer Studio. Aplikasi mencantumkan alamat dan informasi kontak yang berbeda di play store, sehingga sulit bagi pengguna rata-rata untuk melihat mereka semua dimiliki oleh pengembang besar yang sama.

Google sering mengambil tindakan terhadap aplikasi tertentu yang ditemukan melanggar kebijakan Play Store, tetapi kecil kemungkinannya jika yang mem-ban pengembang besar. Sebelumnya BuzzFeedNews juga pernah mengungkapkan bahwa aplikasi dari pengembang Cina Cheetah Mobile dan Kika Tech melakukan pelanggaran terhadap iklan, Google juga melarang aplikasi itu, tetapi tidak mengambil tindakan terhadap perusahaan mana pun. Awal tahun ini, Kika Tech diizinkan untuk mengirimkan kembali aplikasi yang sebelumnya dihapus ke Play Store.

“Seperti yang Anda lihat, kami telah berhasil meluncurkan Kika 2019 di Google Play Store. Kami senang bahwa kami dapat bekerja sama dengan Google Play Team untuk menyelesaikan masalah sebelumnya dan bersemangat untuk dapat memberi pengguna produk yang menyenangkan, aman, dan gratis untuk semua orang.” – Marc Richardson, juru bicara Kika Tech.

Dalam kasus DO Global, Google sebelumnya mengonfirmasi BuzzFeedNews bahwa aplikasi yang melanggar beberapa kebijakan Google Play. Sifat jahat dari kode penipuan iklan yang ditemukan di aplikasi kemungkinan memainkan peran dalam keputusan Google untuk mengambil tindakan terhadap DO sebagai apps developer.