Adopsi Teknologi Network Function Virtualization, XL Axiata Ingin Jaringan 4G LTE Stabil

425
XL Axiata, NFV, Network Function Visualization
XL Axiata Menerapkan Teknologi NFV

Teknologi.info – Industri telekomunikasi atau operator seluler mempunyai hambatan dalam bisnis sebanyak 3 hal yaitu, pertama kompetisi dengan perusahaan sejenis, kedua permintaan pelanggan atas layanan yang berkualitas, dan ketiga perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Tidak hanya itu, Yessie D Yosetya sebagai Direktur Chief Service Management Officer XL Axiata menambahkan, “Kebutuhan pelanggan bukan lagi pada kecepatan layanan saja. Mereka membutuhkan pengalaman-pengalaman baru sesuai dengan perkembangan yang ada di tengah mereka. Ini tantangan bagi operator.”

Dalam menjawab ketiga hambatan tersebut, XL Axiata mengadopsi teknologi Network Functions Virtualization (NFV), dimana meliputi BTS, Transmission, dan core. Investasi yang dikeluarkan sebanyak Rp 500 Miliar selama 3 tahun.  Yessie menyebutkan bahwa, “Kami sadar biaya yang dikeluarkan memang lumayan, namun jika kebutuhan pelanggan terpenuhi, itu jadi hal yang luar biasa.”

Dengan adopsi teknologi NFV, ini merupakan langkah awal konvergensi antara network dan IT. NFV adalah sebuah solusi yang dihadapi operator yaitu harus membeli software dan hardware untuk diintegrasikan pada sistem jaringan ketika membuat layanan baru. Adanya NFV, operator bisa meminimalkan pembelian software atau hardware baru.

XL Axiata adalah operator pertama yang melakukan adopsi teknologi NFV pada pocket core 3G dan 4G LTE. Selanjutnya, akan diterapkan pada mobile pocket core gateway 4G LTE. NFV dapat mendukung pelayanan XL di layanan-layanan baru dengan memanfaatkan internet cepat sehingga pertumbuhan dan pengembangan bisnis dapat efektif dan efisien.

Teknologi ini mengatasi lonjakan trafik data yang tinggi dalam suatu kondisi seperti hari Lebaran. Sehingga dengan adanya NFV, trafik pada jaringan dapat stabil.