6 Hal yang Tidak Boleh Anda Bagikan di Media Sosial

325
bahaya media sosial
Jangan Asal Posting Terkait Informasi Diri

Teknologi.info – Kami sudah pernah menulis yang mirip dengan tulisan kali ini, hanya saja, kami merasa perlu memberikan tambahan yang lebih umum (tidak spesifik seperti pada tulisan “Jangan Upload Foto Berikut Ini Ke SosMed”). Media sosial bisa menjadi kekuatan untuk kebaikan, tetapi hanya jika Anda menggunakannya secara bertanggung jawab.  Berbagi terlalu banyak informasi  atau hal yang salah dapat membuat Anda terkena bully/pelecehan, serangan di dunia nyata, dan konsekuensi lain yang sebaiknya Anda hindari. Berikut adalah beberapa hal yang tidak boleh Anda posting di sosial media manapun (Facebook, Instagram, Twitter, dan lain-lain)

Kartu/Sertifikat Vaksin dan Info Medis Lainnya

data sertifikat vaksinasi indonesiaBanyak orang memposting foto sertifikat vaksinasi mereka untuk mengekspresikan kelegaan mereka setelah mendapatkan vaksin COVID-19. Mendapatkan vaksinasi tidak diragukan lagi merupakan hal yang baik; akan tetapi, tidak dengan berbagi informasi medis secara online.

Sertifikat vaksin khususnya dapat memberikan segala macam informasi pribadi, termasuk nama lengkap Anda (yang mungkin tidak tercantum di profil Anda), Nomor Induk Kependudukan, tanggal lahir dan lain-lain. Tergantung di mana Anda berada di dunia, kartu atau sertifikat mungkin menyertakan informasi lain, seperti alamat dan informasi asuransi.

Penipuan identitas adalah masalah yang serius di dunia digital. Penipu mungkin mencoba menggunakan informasi ini untuk membuka kartu kredit, mendapatkan pinjaman online (PINJOL), menyewa mobil, dan mengajukan aplikasi lain yang berpotensi merusak atas nama Anda.

Penipuan semacam ini dapat mempersulit Anda untuk mendapatkan pinjaman rumah atau mobil dan mengajukan permohonan terkait finansial. Bahkan dapat mempengaruhi prospek pekerjaan Anda. Dalam beberapa kasus, Anda dapat dimintai pertanggungjawaban atas pinjaman dan pembelian yang tidak pernah Anda lakukan. Serem, bukan?

Apa pun yang Mengungkapkan Tempat Anda Tinggal

Bahkan jika Anda secara pribadi mengenal semua orang yang berteman dengan Anda di Facebook atau media sosial lain, Anda WAJIB menghindari memposting alamat Anda. Jika seseorang perlu tahu di mana Anda tinggal, Anda dapat memberi tahu mereka secara pribadi melalui chat/pesan. Sayangnya, banyak orang mengungkapkan informasi ini secara tidak sengaja, dan sebagian besar bahkan tidak menyadari bahwa mereka telah melakukannya.

Secara khusus, foto dapat mengungkapkan banyak hal tentang tempat tinggal Anda. Memposting gambar jalan Anda, pemandangan di luar pintu depan atau jendela Anda, atau foto bagian depan tempat tinggal Anda adalah ide yang buruk. Selfie yang diambil di dapur Anda mungkin memiliki latar belakang surat atau dokumen lain dengan alamat lengkap.

Seringkali, saat memposting gambar dari perangkat seluler dengan layar kecil, mudah untuk melewatkan informasi yang mengungkap ini di latar belakang. Mengungkapkan alamat Anda dapat membahayakan keselamatan Anda dan membuat Anda terbuka terhadap pelecehan atau penguntitan di dunia nyata.

Alamat Rumah Terposting di Sosial MediaSeringkali, alamat Anda digunakan oleh institusi seperti bank dan perusahaan asuransi untuk mengonfirmasi identitas Anda melalui telepon. Dikombinasikan dengan nama lengkap dan tanggal lahir Anda, alamat fisik dapat digunakan untuk melakukan serangan manipulasi psikologis pada rekening bank, layanan telepon, dan lainnya. Anda tidak dapat berasumsi bahwa semua orang yang berteman dengan Anda memiliki niat baik. Beberapa akun bisa saja jatuh ke tangan yang salah (diambil alih para peretas).

Terlalu Banyak Selfie dan Foto Pribadi

Setiap foto yang diambil di dalam rumah Anda dapat mengungkapkan lebih banyak informasi daripada yang ingin Anda ungkapkan kepada teman dan follower Anda. Itu bisa berupa ijazah pascasarjana yang Anda gantung di dinding atau bahkan sesuatu yang tertulis di papan tulis di kantor Anda. Tidak melulu data diri, bisa saja barang memalukan yang lupa Anda singkirkan. Pastikan latar belakang di foto Anda tidak ada yang bermasalah.

Pembelian baru dan barang-barang mahal juga menjadi perhatian. Pikirkan tentang barang-barang di rumah Anda dan apa yang mereka katakan tentang Anda. Juga, pertimbangkan di mana Anda menyimpan barang-barang berharga Anda dan apakah rumah Anda adalah target yang berharga bagi pencuri. Misalnya, rak kunci di dapur Anda menunjukkan kepada calon pencuri bagaimana mereka bisa kabur dengan mobil Anda juga (misalnya).

Rencana Liburan dan Perjalanan

jangan upload boarding pass

Baik Anda pergi ke luar kota untuk akhir pekan atau bepergian lebih jauh selama beberapa minggu, mungkin Anda tergoda untuk membicarakan perjalanan Anda di media sosial. Sayangnya, ada bahaya yang sangat nyata jika Anda melakukan hal ini.

Jika Anda membagikan tentang perjalanan yang sedang Anda lakukan, Anda secara efektif “mengiklankan” kepada follower Anda bahwa Anda tidak sedang berada di rumah. Jika Anda memiliki pasangan atau anak-anak yang tinggal di rumah bersama Anda dan mereka muncul di foto selfie saat di pesawat, Anda memberi tahu bahwa rumah Anda mungkin sedang kosong.

Ini juga dapat terjadi dalam skala yang lebih kecil—misalnya, jika Anda terjebak di suatu tempat dalam waktu yang agak lama karena penutupan jalan atau peristiwa cuaca atau macet, memposting tentang perjalanan Anda terlebih dahulu memberi kesempatan bagi orang berniat jahat untuk bersiap.

Facebook, Instagram, Twitter, dan jaringan lain juga memungkinkan Anda untuk menandai posting Anda dengan lokasi fisik. Bahkan jika Anda belum mengumumkan bahwa Anda akan pergi, memposting tentang “santai sambil memancing di pinggir sungai” di kota A, atau negara Z yang bermil-mil dari rumah bukanlah tindakan yang bijaksana.

Jika Anda tidak dapat menahan diri, bagikan perjalanan Anda setelah kembali ke rumah. Tambahkan tagar #LatePost 😀

Informasi Tentang Rutinitas Harian Anda

Umumnya, kebanyakan pencurian terjadi di siang hari ketika mayoritas orang berada di luar rumah dan berada di tempat kerja. Apalagi jika seorang pekerja shift yang bekerja berdasarkan jadwal, berbagi terlalu banyak informasi dapat membuat memperparah risiko yang mungkin ada.

Tahan keinginan untuk memposting tentang bagaimana Anda “terjebak di tempat kerja sampai jam 8 malam”, karena ini memberi tahu bahwa Anda akan keluar hampir sepanjang hari.

Tidak semua orang senang memposting foto anak-anak mereka secara online karena berbagai alasan, tetapi mengungkapkan bahwa seorang anak usia sekolah tinggal di rumah Anda lebih jauh mengungkapkan informasi tentang rutinitas Anda, seperti kapan Anda mungkin akan menjemput atau mengantar anak ke sekolah.

Konten yang Bisa Membuat Anda Dipecat

Perlu diingat bahwa apa pun yang Anda posting di media sosial dapat kembali menyerang Anda. Kalau kata Netizen, “jejak digital”. Bahkan jika Anda memercayai pengikut Anda, akun dapat disusupi dan kebocoran dapat terjadi. Ini bisa menjadi kasus sederhana yang secara tidak sengaja membagikan sesuatu secara publik daripada membatasinya hanya kepada teman-teman Anda.

Anda harus menyesuaikan pembaruan sosial Anda dengan audiens Anda dan memposting hal-hal yang Anda tidak keberatan teman dekat atau jauh mengetahui tentang Anda. Bahkan jika Anda tidak berteman dengan atasan atau rekan kerja Anda di Facebook, ada kemungkinan pengikut Anda tahu di mana Anda bekerja dan dengan siapa Anda bekerja.

karyawan KFC dipecat karena foto menjilat kentang di media sosial

Foto yang diambil pada akhir pekan (atau beberapa dekade yang lalu) dapat menyebabkan bos Anda mempertanyakan mengapa mereka mau mempekerjakan Anda, bisa saja kan?

Komentar negatif tentang bos, tentu saja, menjadi perhatian, seperti pembaruan tentang keinginan Anda untuk mencari pekerjaan baru. Foto yang diambil di kantor yang mengungkapkan identitas rekan kerja Anda atau mengungkapkan apa yang sedang Anda kerjakan mungkin juga tidak boleh dibagikan.

Media Sosial Seharusnya Menyenangkan

Tapi OverSharing adalah masalah era digital yang memiliki konsekuensi dunia nyata. Itulah mengapa Anda harus hati-hati bagaimana Anda berinteraksi dengan jejaring sosial untuk memastikan bahwa Anda dan keluarga seaman dan senyaman mungkin saat online.