Inilah Panduan Aman Berbelanja di Hari Libur

405
Ilustrasi Situs Belanja Online
Ilustrasi Situs Belanja Online (Pixabay)

Teknologi.info – Hari libur telah tiba atau musim libur telah datang, maka toko-toko sudah memenuhi stok dengan banyak perangkat yang wajib dimiliki, mulai dari aksesoris dan perangkat elektronik, hingga konsol game baik offline dan online. Semua itu akan dibeli secara online.

Saat itu, kita akan melihat-lihat website belanja online, membuka aplikasi yang otomasi memindai situs dan membandingkan harga untuk Anda dengan penawaran terbaik, lalu membuat daftar belanja, dan bayar melalui kartu kredit, internet banking atau transfer.

Bagaimana dengan keamanan siber ketika melakukan belanja online tanpa mengurangi kenyamanan kita dalam berbelanja? Yuk mari dibaca panduan untuk belanja online yang aman.

Belanja Online yang Aman

  • Menggunakan kartu kredit, bukan kartu debit dalam pembelian online karena ada fitur perlindungan pelanggan dari penipuan pada kartu kredit. Jika menggunakan layanan macam Paypal, ApplePay, Google Wallet dan sejenisnya, pastikan menggunakan pilihan pembayaran yang terhubung ke kartu kredit, bukan pilihan pembayaran seperti metode checking account atau provider credit.
  • Belanja online di rumah menggunakan perangkat yang ada memang praktis. Tapi bila anda menggunakan WiFi di tempat umum, berhati-hati dalam melakukan transaksi karena banyak celah dalam mengambil data. Gunakan VPN provider yang aman jika menggunakan WiFi di tempat umum.
  • Perangkat yang digunakan harus punya sendiri seperti laptop dan komputer. Jangan pernah menggunakan perangkat dari teman, keluarga dan yang lain-lain, karena kita tidak tahu kondisi perangkat tersebut saat melakukan transaksi belanja online.
  • Waspada dengan situs belanja palsu, berikut ini tipsnya untuk mengetahui situs itu asli atau palsu. (a) Cari URL website di situs Who.is, dimana ada berbagai informasi mulai kontak yang mempunyai website, (b) Cari ulasan dan peringkat situs tersebut melalui search engine, (c) Lihat desain dari situs tersebut, kelihatan profesional, link yang digunakan akurat dan cepat untuk diakses, banyak popup (d) baca teksnya lihat juga tata bahasa di deskripsi produk, (e) Harga murah yang tidak wajar dan tingginya ketersediaan dari produk yang sulit dicari, (f) Situs belanja itu menggunakan sistem checkout yang aman dengan menerima kartu kredt dari bank-bank besar, (g) Pastikan ada kontak jelas dari pemilik website seperti alamat, nomor telelpon, aturan dan pernyataan privasi, (h) Bisa gunakan software seperti FortiClient yang memiliki fitur built-in protection untuk situs penipuan. Software dapat diunduh gratis di www.forticlient.com.
  • Pastikan dalam melakukan transaksi jaringan yang digunakan terlindungi atau encrypted. Contohnya di bar URL browser alamat website diawali dengan https:// bukan http://, berarti transaksi dilindungi dengan SSL encryption. Gunakan juga jaringan VPN (Virtual Private Network).
  • Lihat laporan bank dan kartu kredit secara online sehingga dapat diketahui dengan cepat transaksi Anda.

Melindungi Transaksi Pembelian

  • Banyak pembuka pintu garasi sekarang menggunakan algoritma untuk menghasilkan kode kunci yang acak. Sekalinya pembuka pintu dan remotenya tersinkronisasi ketika ditekan remotnya muncul tanda yang memastikan bahwa kode kunci tersebut cocok dengan pembuka pintu garasi. Namun, perangkat-perangkat ini seringkali gagal tersinkronisasi. Pembuat pintu dan remote mengatasi masalah ini dengan cara membiarkan perangkat tersebut membuat sebuah set dari angka-angka disebut rolling code scheme, sehingga apabila angka-angka tersebut tiding langsung cocok, perangkat itu akan mencari kode lain yang pas. Sayangnya, banyak perangkat lain yang saling tersambung seperti walkie-talkie dan beberapa mainan yang terhubung menggunakan rolling code scheme yang sama. Dan dengan beberapa modifikasi sederhana, seorang kriminal dapat menggunakannya dan beberapa perangkat untuk ‘berkomunikasi’ dengan pintu garasi Anda. Dan Anda tidak perlu untuk menjadi engineer. Para hacker online telah membuatnya sederhana, dengan video dengan satu per satu instruksi dan semacam perpustakaan berisikan algoritma yang telah dicuri. Satu hal yang perlu dilakukan oleh seorang kriminal hanyalah mengikuti instruksi tersebut, men-download algoritma dan rolling code schemes yang tersedia, kemudian menyiarkannya sambil berjalan atau mengemudikan kendaraan. Dan seperti sulap, pintu garasi akan terbuka.
  • Pasti, semua orang sudah mendengar tentang barang-barang home delivery yang dicuri dari depan pintu rumah. Berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan untuk melindungi barang-barang yang dibeli secara online. (a) Apabila memungkinkan, ajukan permintaan untuk keharusan menandatangani tanda bukti setiap kali dilakukan pengiriman, (b) Ajukan permintaan untuk dilakukannya pengiriman ketika siang hari ke kantor Anda, (c) Apabila tidak memungkinkan, ajukan permintaan supaya paket dikirimkan ke lokasi alternatif seperti pintu samping atau belakang, diletakkan di belakang semak, atau dititipkan kepada tetangga Anda.

Perangkat-Perangkat yang Terhubung

Banyak perangkat yang dibeli online itu adalah perangkat yang terhubung ke internet. Namun, banyak yang mengalami kerentanan dalam sistem keamanan. Perangkat ini digunakan untuk mengumpulkan informasi pribadi dan dibajak. Berikut ini perangkat-perangkat yang terhubung dengan rentan, sebagai berikut:

  • Smart entertainment systems – konsol permainan, TV, DVR, DVD player, and permainan online
  • Smart toys – boneka dan mainan yang terhubung dengan data & online lives, mainan kendaraan dengan kendali remot – termasuk yang dapat Anda kemudikan atau terbangkan menggunakan smartphone Anda, dan mainan-mainan interaktif yang dapat diperbaharui secara online.
  • Smart appliances – semua hal dimulai dari sikat gigi hingga mesin cuci pakaian
  • Smart cars – sistem entertainment, komunikasi, komputer kendaraan dan sistem diagnostik, dan sistem pembayaran otomatis untuk parkir atau bensin kendaraan

Ancaman dalam Belanja Online

Berbagai ancaman-ancaman baru ditargetkan pada konsumen ketika berbelanja online, seperti (a) Ransomware yaitu serangan dari hacker dengan mengambil alih atau enkripsi komputer atau jaringan lalu meminta tebusan, (b) Layanan online yang dibajak dimana akun-akun situs diambil lalu dijual dipasar gelas dark web, (c) Rekening online curian, periksa akun, laporan bank dan kartu kredit secara teratur sehingga diketahui pembelian yang tidak sah dan bisa diminimalisir.

Anda sebagai konsumen harus berhati-hati dan aman dalam melakukan transaksi online. Perlunya ketelitian dalam melihat website belanja online mulai dari kontak hingga keamanan dalam bertransaksi.