Google Mencoba Enkripsi End-to-End di Android Message

204
Google Android Message

Teknologi.info – Google telah mulai meluncurkan enkripsi End-to-End untuk Rich Communication Service (RCS), standar perpesanan teks yang digadang-gadangkan oleh raksasa industri sebagai alternatif untuk SMS.

RCS memberikan pengalaman pengguna yang lebih kaya daripada standar SMS tradisional. Indikator pengetikan, informasi kehadiran, berbagi lokasi, pesan yang lebih panjang, dan dukungan media yang lebih baik adalah nilai jual utama. RCS mengarah ke hal-hal seperti foto dan video berkualitas lebih baik, berbicara melalui Wi-Fi, mengetahui kapan pesan dibaca, berbagi reaksi, dan kemampuan yang lebih baik untuk obrolan grup. Tahun lalu, RCS kurang begitu diminati oleh para operator seluler, hingga akhirnya membuat Google merilisnya dengan support terbatas.

Google mengatakan pada hari Kamis yang lalu bahwa mereka sekarang telah menyelesaikan peluncuran RCS di seluruh dunia dan bergerak ke fase baru — enkripsi End-to-End. Ketertarikan dalam enkripsi End-to-End telah menjamur selama dekade terakhir, terutama dengan pengungkapan dari Edward Snowden tentang mata-mata yang tidak pandang bulu pada komunikasi elektronik oleh NSA.

Enkripsi End-to-End merupakan penangkal pengintaian semacam itu. Enkripsi ini menggunakan kriptografi yang kuat untuk mengenkripsi pesan dengan kunci yang unik untuk setiap pengguna. Karena kuncinya adalah milik setiap pengguna, enkripsi End-to-End mencegah orang lain — termasuk pembuat aplikasi, ISP, atau operator, dan agen “tiga huruf” — untuk membaca pesan yang masuk ke ponsel pintar milik Anda. Aplikasi perpesanan yang saat ini menyediakan E2EE (End-to-End Encryption) termasuk Signal, WhatsApp, dan iMessage.

Google ingin bergabung dengan “klub” perkumpulan aplikasi pesan yang sudah support E2EE. Untuk saat ini, E2EE hanya akan tersedia untuk orang-orang yang menggunakan aplikasi Android Message versi beta. Dan meskipun demikian, E2EE hanya akan berfungsi untuk pesan satu-ke-satu antara orang-orang yang menggunakan aplikasi Google, dan baik pengirim maupun penerima harus mengaktifkan fitur chat/obrolan. Peluncuran akan berlanjut hingga tahun depan. Google telah memberikan detail teknis di sini. Antara lain, makalah teknis mengungkapkan bahwa pesan E2EE akan dibuat menggunakan protokol Signal.

Pada 2016, Google memperkenalkan aplikasi perpesanan Allo-nya. Itu juga menawarkan fitur E2EE, meski untuk mengaktifkannya, pengguna haru masuk ke dalam menu pengaturan dan menyalakannya. Dua tahun kemudian, Google menutup Allo. Kali ini dengan RCS, Google berkata:

“percakapan yang memenuhi syarat akan secara otomatis ditingkatkan menjadi terenkripsi ujung ke ujung.”