600 Juta Dolar disiapkan Amazon.com untuk Masuk ke Pasar eCommerce Indonesia

772
Amazon siap Masuk Pasar Indonesia
Amazon siap Gempur Pasar Tanah Air (Foto: WikiPedia)

Teknologi.info – Setelah Alibaba, salah satu perusahan e-commerce terbesar di dunia Amazon.com juga akan melebarkan bisnisnya ke Indonesia. Amazon sepertinya tidak ingin ketinggalan dengan pemain eCommerce lain. Tidak bisa dipungkiri, target pasar di Indonesia memang cukup menggiurkan. Dengan hadirnya Amazon di Tanah Air, tentu akan terjadi perubahan besar di industri “jual-beli online”.

Tidak tanggung-tanggung, seperti dikutip dari situs berita Kontan, rencana nilai investasi Amazon di tahun pertamanya nanti adalah 600 juta Dolar Amerika! Yang jika dirupiahkan menjadi sekitar 8 triliun Rupiah! Akan tetapi, kapan tepatnya Amazon akan mulai beraktivitas di Indonesia masih belum diketahui. Hal ini seperti yang disampaikan Ketua Umum idEA (Indonesian E-commerce Association) Daniel Tumiwa Kamis 16 Juni 2016 yang lalu. Untuk diketahui, idEA adalah wadah untuk pelaku eCommerce di Indonesia.

Dengan datangnya Amazon ke Indonesia, Daniel Tumiwa memperkirakan bahwa eCommerce lokal akan ngos-ngosan untuk melawan. Alasannya, tak ada satu pun pemain ecommerce lokal Indonesia ynag mempunyai teknologi dan modal seperti yang dimiliki oleh Amazon.

“Mereka (Amazon) sudah sangat besar. Mereka memiliki semuanya,” kata Daniel.

Daniel juga mengatakan, Amazon pada umumnya akan menggunakan tahun pertamanya sebagai tahap uji coba. Jika untung atau ada prospek menguntungkan, baru Amazon akan memberikan keputusan untuk “stay” atau “out” dari pasar Indonesia. Hal ini bisa terlihat ketika Amazon melebarkan bisnisnya ke India. Dalam 1 tahun, Amazon dengan mudahnya meraih posisi teratas tangga eCommerce yang sebelumnya diduduki oleh FlipKart. Dan konon, FlipKart saat Amazon berada di tangga nomor satu India, mengalami penurunan hingga 50%. Dan ini hanya terjadi dalam 1 tahun sejak Amazon hadir. Luar biasa sekaligus mengerikan, bukan?

Meski demikian, tidak semua negara yang dimasuki Amazon menuai kesuksesan. Sebut saja Cina. Selama 1 tahun Amazon di Cina, mereka tetap tidak bisa mengalahkan Alibaba. Dan setelah 1 tahun berakhir, akhirnya mereka “angkat kaki” dari pasar Cina.

Yang menarik, hadirnya Amazon di Indonesia juga akan head-to-head dengan Alibaba yang lebih dulu mencuri start dengan menjadi pemegang mayoritas saham salah satu eCommerce di Indonesia. Kemudian, masih ada MatahariMall dengan dukungan dari Lippo Group. Tentu akan semakin memanas persaingan di ranah e-commerce ini.

Perlu digaris bawahi bahwa, calon pembeli di Indonesia masih belum begitu familiar dengan proses “full online” dengan fitur “add to cart”, payment online dan lain sebagainya. Rata-rata (atau kebanyakan) menyukai berbelanja online (semi offline) dengan cara “berbincang” entah melalui WhatsApp, BBM ataupun aplikasi chat lain. Padahal, yang namanya online shop, semua sistem harus otomatis. Jika pembeli masih mengupload bukti pembayaran, ini namanya semi offline; bukan full online shop.

Kita tunggu saja seperti apa gebrakan Amazon di Indonesia; apakah akan diikuti dengan program affiliate-nya juga? Kita lihat saja nanti 🙂