Tahun 2020, Bayar Apapun Di Jepang Cukup Pakai Sidik Jari

678
Bertransaksi dengan sidik jari

Teknologi.info – Saat bepergian ke luar negeri, sebagian turis masih merasa nyaman membawa uang tunai untuk melakukan transaksi apapun. Akan tetapi, nyaman belum tentu aman. Membawa uang cash selama perjalanan sangat rentan terkena resiko pencurian dan sebagainya.

Pemerintah Jepang memiliki inisiatif membuat sebuah sistem pembayaran yang dibilang sangat inovatif dan kreatif. Selain nyaman dan aman bagi turis, sistem transaksi akan sangat mudah dilakukan oleh turis manapun yang berkunjung ke negeri sakura ini.

Para turis tidak perlu direpotkan dengan tumpukan uang tunai yang mengganjal di dompet mereka. Nantinya, mereka cukup membayar transaksi apapun berbekal sidik jari. Kok bisa?

Sidik jari digunakan untuk melakukan verifikasi ketika melakukan transaksi. Sebenarnya, sistem ini masih membutuhkan sebuah kartu kredit yang kemudian dihubungkan dengan sidik jari pemiliknya. Dengan ini, turis tak perlu sama sekali membawa dompet berisi uang tunai atau kartu kredit.

Manfaat lainnya, turis juga tak perlu direpotkan dengan aktivitas penukaran uang asal negera mereka menjadi yen. Selain itu, diharapkan sistem ini juga dapat dipakai untuk melakukan check-in hotel di Jepang.

Tujuan pemerintah Jepang merencanakan sistem canggih ini tidak lain bertujuan untuk meminimalisir tindak kejahatan berupa pencurian terhadap dompet turis. Ini juga menjadi salah satu langkah pemerintah Jepang untuk menarik minat turis asing agar berkunjung ke Jepang, target mereka hingga tahun 2020 kelak mampu menjaring 40 juta turis per tahunnya.

Uji coba sistem ini akan dilakukan pada bulan Juni tahun ini oleh kurang lebih 300 toko souvenir, hotel, serta restoran di seluruh Jepang yang sering dikunjungi oleh turis. Diharapkan sistem ini akan mampu terwujud pada tahun 2020 nanti, tepat saat Olimpiade diadakan di sana.