Google dan SpaceX Tidak Mengizinkan Karyawannya Menggunakan Zoom

4975
Zoom App Icon
Google mengumumkan bahwa Zoom tidak akan lagi berfungsi pada komputer/laptop karyawan Google.

Teknologi.info – Aplikasi video conference Zoom naik pamor saat pandemi virus Corona (Covid-19) karena meningkatnya kebutuhan para pekerja yang diharuskan bekerja dari rumah (Work From Home). Namun, isu mengenai keamanan Zoom itu sendiri menuai kontroversi.

Google telah mem-banned software populer untuk video conferencing ZOOM bagi karyawannya di perangkat apapun. Kita mungkin beranggapan bahwa, bisa saja Google melakukan hal tersebut karena Zoom adalah kompetitor Google Hangout Meet.

Minggu lalu, pihak Google mengirimkan email ke karyawannya untuk tidak menggunakan Zoom dan menghapus aplikasi Zoom dari semua perangkat yang ada (laptop, komputer, ponsel pintar) karena terkait adanya kemungkinan celah keamanan (security vulnerabilities).

Jose Castaneda, juru bicara Google mengatakan ke BuzzFeed:

“Kami memiliki kebijakan agar karyawan tidak menggunakan unapproved aplikasi/software untuk bekerja di jaringan perusahaan. Baru-baru ini, tim keamanan kami sudah menyampaikan ke karyawan bahwa Zoom Desktop Client tidak bisa digunakan lagi di komputer perusahaan karena tidak memenuhi stardar kemanan aplikasi yang digunakan karyawan. Karyawan tetap bisa menggunakan Zoom untuk berkomunikasi dengan keluarga atau teman melalui browser atau melalui ponsel pribadi masing-masing.”

Zoom yang memiliki markas besar di San Jose, California benar-benar telah membuat CEO-nya Eric Yuan menjadi seorang miliuner. Di bulan Maret 2020, 200 juta orang menggunakan Zoom per hari. Ini angka yang fantastis. Bandingkan dengan user yang menggunakan di bulan Desember 2019 yang berkisar “hanya” 10 juta saja.

Namun, seperti pepatah, semakin tinggi pohon, semakin besar pula angin yang meniupnya; ini berlaku di Zoom. Pertumbuhan Zoom yang melonjak drastis menjadi perhatian para pengamat keamanan dan privasi. Bulan lalu, sebuah investigasi oleh Motherboard menunjukan bahwa aplikasi Zoom untuk iPhone dan iPad mengirim data pengguna device ke Facebook, termasuk data pengguna yang tidak memiliki akun Facebook.

Zoom menghentikan pengiriman data ke Facebook satu hari setelahnya. Namun, masalah baru kembali muncul. Mantan Hacker NSA menemukan bahwa keamanan Zoom memiliki celah dan memungkin orang yang berniat jahat untuk memanfaatkan dan mengontrol webcam dan microphone pengguna bahkan lebih jauh memanipulasi Apple iMac. The Intercept juga menunjukkan bahwa panggilan melalui Zoom tidak terenskripsi dengan baik. Pekan lalu, perusahaan mengatakan bahwa beberapa video call keliru dialihkan melalui server di Cina, padahal seharusnya tidak seperti itu rutenya.

Google bukan perusahaan pertama yang melarang karyawannya agar tidak menggunakan Zoom. Awal bulan April 2020 lalu, perusahaan roket milik Elon Musk; SpaceX juga melarang karyawannya dengan lebih menekankan kepada masalah “privasi dan keamanan”.

Departemen Pendidikan New York juga menyatakan sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya untuk tidak lagi menggunakan Zoom dan beralih ke layanan dari Microsoft.

“Kami menyadari bahwa kami belum memenuhi harapan tentang privasi dan kemanan khalayak ramai”, tulis Yuan dalam artikel di blog nya. “Untuk itu, saya meminta maaf sebesar-besarnya”, tutupnya.