Ulasan Seputar Pembiayaan Perumahan untuk Pekerja Freelance

565
pekerja lepas freelancer
Bagaimana jika seorang freelancer ingin membeli rumah?

Teknologi.info – Di era modern seperti sekarang ini, bekerja tidak lagi harus ngantor. Sebab, ada yang hanya bekerja dari rumah bermodalkan laptop atau komputer yang terhubung ke internet. Secara umum bisa disebut freelancer atau pekerja lepas. Jika lebih spesifik, yang sedang booming saat ini adalah internet marketer hingga blogger dan youtuber.

Bekerja secara freelance terkadang tidak hanya memberikan keuntungan tersendiri namun juga kerugian. Salah satu keuntungannya adalah bisa bekerja dengan waktu yang fleksibel namun kekurangannya adalah penghasilan yang tidak menentu. Karena penghasilan yang besarnya tidak tentu, maka pekerja lepas atau freelancer susah untuk mengajukan kredit seperti kredit rumah. Sekalipun bisa mengajukan kredit, freelancer harus mengikuti tahapan yang cukup rumit dan membingungkan. Akan tetapi, kini pemerintah telah menyediakan pembiayaan perumahan untuk pekerja lepas.

Lewat Kementrian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat atau PURP, pemerintah resmi meluncurkan PMP atau pembiayaan mikro perumahan yang diperuntukkan bagi pekerja informal atau freelance dengan penghasilan yang tidak tetap atau non-fixed income. Menurut penuturan dari Lana Winayanti selaku Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementrian PURP mengemukakan jika skema dari program pemerintah ini menjembatani para pekerja informal untuk pembiayaan ke perbankan tidak hanya dalam membangun Rumah Inti Tumbuh atau RIT namun juga rehabilitasi rumah.

Berbeda dengan KPR atau pembiayaan kredit rumah untuk pekerja yang memiliki penghasilan tetap yang dapat mengajukan kredit hingga milyaran rupiah dan tenor hingga 10 tahun, untuk program pembiayaan rumah bagi pekerja lepas, debitor hanya bisa mengajukan kredit dengan nilai maksimal Rp 50 juta dan jangka waktu pelunasan atau tenor adalah 5 tahun. Program ini bersifat bertahap dan juga berulang, setelah Anda melunasi kredit yang pertama dengan jumlah platform maksimal Rp 50 juta, Anda bisa mengajukan lagi dengan besar dan jangka waktu yang sama.

Mekanisme pengajuannya sendiri para pekerja informal yang sudah tergabung ke komunitas bisa mengajukan kredit ke pihak bank yang bekerja sama dengan pemerintah. Program pembiayaan perumahan untuk para pekerja lepas ini mulai efektif sejak awal Oktober 2017. Untuk melihat informasi dari perkembangan dari pembiayaan hunian tersebut, Anda bisa mengecek di HFIS-SMF. Di tempat ini, Anda bisa mendapatkan beragam informasi terkait dengan pembiayaan misalnya untuk data pembiayaan KPR ataupun riset yang terkait dengan pasar property untuk kebutuhan bisnis ataupun untuk keperluan yang lainnya yang Anda butuhkan.

Advertisements