Banjarmasin Post Datangkan CEO Bukalapak di Talkshow Bisnis Online

304
Talkshow Banjarmasin Post dengan Tema "Bisnis Online Kenapa Nggak?"

Teknologi.info – Banjarmasin Post sebagai media cetak terbesar di Kalimantan Selatan telah memasuki usia ke-45 tahun, untuk merayakannya salah satu acara yang digelar adalah BPOST TALKSHOW dengan tema “Bisnis Online Kenapa Nggak?”. Dalam talkshow tersebut dihadirkan pembicara yaitu CEO & Founder Bukalapak Achmad Zaky dan GM Tribunnews.com Dahlan Dahi, dengan moderator Arief Budiman, SE, MMktg, PhD akademisi ULM. Selain itu, hadir juga Ibnu Sina Walikota Banjarmasin sebagai keynote speaker.

Paparan berupa rencana Wali Kota Banjarmasin untuk menciptakan 500 wirausaha baru setiap tahun dengan total 2.500 selama 5 tahun jabatannya tidak main-main. Hal itu dijelaskan oleh Ibnu Sina dalam video yang diputar di awal talkshow, karena Wali Kota tidak bisa hadir berkaitan acara di luar kota.

Untuk mendukung terciptanya wirausaha baru tersebut, Pemkot Banjarmasin telah membentuk Kampung Digital yang berlokasi di 8 tempat. Dengan adanya tempat tersebut, UMKM Kota Banjarmasin bisa diakomodasi produk-produknya untuk dipasarkan melalui internet.

Ibnu Sina berharap adanya sinergi dan kolaborasi berbagai pihak untuk mendukung adanya wirausaha baru dan UMKM Kota Banjarmasin yang sudah ada bisa dikenal produknya.

Sesi Talkshow dari Achmad Zaky, CEO Bukalapak
Sesi Talkshow dari Achmad Zaky, CEO Bukalapak

Selanjutnya dalam acara talkshow, moderator sebelum memulai acara membagi berbagai informasi terkait dunia online. Arief menjelaskan adanya 88 juta lebih pengguna internet di Indonesia di tahun 2016, serta menampilkan data adanya penurunan pada aktivitas menonton TV dan naiknya pengguna internet melalui smartphone.

Arief pun menambahkan data yang diterima dari Bukalapak, bahwa ada 90 ribu seller dan 38 ribu user dari Kalimantan Selatan. Produk dari Kalimantan Selatan yang banyak dijual adalah kamera, batu cincin dan komputer.

Achmad Zaky Bagi Tips Sukses Bisnis Online

Achmad Zaky, CEO Bukalapak
Achmad Zaky, CEO Bukalapak

Zaky yang kelahiran Sragen, 24 Agustus 1986 mengisahkan berbagai hal dalam sesinya, mulai dari awal mula bekerja menjadi programmer yang dibayar 1,5 juta untuk membikin software quick count. Hingga akhirnya membangun bisnis yang bisa bertahan di masa mendatang dengan mendirikan Bukalapak di tahun 2010.

Bukalapak dibuat untuk para pedagang yang ingin jualan online namun tidak paham dengan seluk beluk tentang teknologi seperti domain dan hosting. Oleh karena itu, dengan Bukalapak menawarkan sistem yang sederhana yaitu membuka toko alias lapak melalui website mereka.

Perkembangan Bukalapak mengalami peningkatan dimana banyak transaksi dilakukan dari smartphone, belum termasuk dari PC dan featured phone. Terdapat 400 sampai 500 karyawan dengan rata-rata usia 24 tahun ke atas.

Menurut Zaky, menjadi sukses dengan entrepreneurship dengan menanamkan kerja keras, berusaha mencintai apa yang dilakukan atau dikerjakan, tekun dan telaten, serta menjadi berbeda dengan orang lain melalui nilai tambah yang ditawarkan.

Banjarmasin sendiri menurut data Bukalapak lebih banyak konsumtif yaitu membeli daripada menjual produk. Hal itulah yang menjadi harapan dari Zaky, ada entrepreneur dari Kalimantan Selatan yang bisa Go Nasional dan Internasional.

Online Media oleh Dahlan Dahi

Dahlan Dahi, GM Tribunnews.com
Dahlan Dahi, GM Tribunnews.com

Sesi kedua talkshow menghadirkan Dahlan Dahi sebagai GM Tribunnews.com membicarakan “Online Media”. Dahlan menerangkan bahwa Tribunnews.com menjadi portal berita nomor satu di Indonesia menurut Alexa.com. Dan secara umum di peringkat tujuh di bawah Yahoo.com dan diatas Detik.com.

Tribunnews.com sendiri tidak hanya menampilkan berita-berita terbaru dari jaringannya yang diseluruh Indonesia. Sekarang telah melebarkan sayapnya dengan membuka SuperBall.id, Tribun JualBeli, Tribun Style, Tribun Video, dan Tribun Travel.

Saat menjelaskan tentang Tribunnews.com, Dahlan sesekali menampilkan Google Analytics website dengan pengunjung yang selalu berubah alias real time. Dahlan berujar rata-rata visitor Tribunnews.com sebanyak 9 juta per hari.

Kesuksesan Tribunnews.com mendapatkan pengunjung banyak adalah dengan membuat konten dan distribusi informasi. Konten yang dibuat lebih kepada visual seperti foto dan video yang menarik. Hal itu dipertegas dengan menyarankan pebisnis online untuk memikirkan sisi visual daripada kata-kata, karena konsumen sekarang lebih visual thinking.

Distribusi informasi dilakukan dengan SEO (Search Engine Optimization) di Google. Dahlan memberitahukan jangan sampai website bisnis tidak bisa ditemukan di mesin pencari ketika calon pembeli atau konsumen menuliskan kata kuncinya.

Selain itu, distribusi informasi dilakukan melalui social media seperti Facebook. Dimana Dahlan berujar bahwa banyak yang tidak membaca materi dalam status di social media karena lebih memperhatikan komentar-komentar yang ada.

Facebook Tribunnews.com yang mempunyai 7 juta lebih likes itu menyumbang trafik website mereka di bagian social media. Termasuk juga strategi dengan bekerjasama Yahoo! Indonesia untuk menampilkan konten dari Tribunnews.com membuat sumber trafik tertinggi berasal dari website Yahoo!.

Dahlan berpesan kepada pebisnis untuk memanfaatkan dunia online dalam memasarkan produk. Hal ini ditunjang dengan alat pengukur untuk mengetahui seberapa efektif dan efisien produk kita terjangkau oleh konsumen.

“Dunia itu datar tidak lagi bulat”, ujar Dahlan yang menurutnya ada pergeseran besar dari sikap konsumen yang tidak diketahui dan kita harus bisa menyesuaikan. Dengan digital online, konsumen tahu mana produk yang bagus atau tidak sehingga bisa mengubah keputusan dalam membeli.

Acara talkshow ini juga dimeriahkan dengan berbagi hadiah dari sponsor berupa tablet dan smartphone. Serta juga diresmikannya Komunitas Bukalapak Banjarmasin oleh Achmad Zaky sebagai CEO Bukalapak. Fajeri Hidayat sebagai koordinator Banjarmasin menjelaskan adanya peningkatan dalam penjualan toko onlinenya melalui Bukalapak. Dengan adanya komunitas dapat menaikkan kelas UKM di Kalsel melalui mentoring.