Akhirnya, LinkedIn Lite Sudah Bisa Dinikmati di Indonesia

143
Linkedln Lite Indonesia
LinkedIn Lite mempermudah pengguna untuk terhubung ke berbagai peluang ekonomi dan karier kapan saja dan di mana saja, bahkan di area dengan bandwidth internet yang rendah sekalipun

Teknologi.info – LinkedIn, jaringan profesional terbesar di internet, hari ini mengumumkan ketersediaan LinkedIn Lite di lebih dari 60 negara di dunia, termasuk negara-negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, dan Malaysia, setelah sebelumnya diluncurkan untuk pasar India. Versi ringan dari LinkedIn ini fokus menyediakan pengalaman pengguna yang cepat dan sederhana agar mampu merangkul lebih banyak profesional dan pelajar di dunia, seraya membantu mereka terhubung ke berbagai kesempatan pengembangan karier yang bisa diraih melalui LinkedIn.

LinkedIn menghubungkan para profesional di seluruh dunia untuk membuat mereka lebih produktif dan sukses serta mengubah cara perusahaan dalam merekrut, memasarkan, dan menjual. Visi kami adalah untuk menciptakan kesempatan ekonomi untuk setiap profesional di seluruh dunia melalui pengembangan Economic Graph pertama di dunia. LinkedIn saat ini telah memiliki lebih dari 500 juta anggota di seluruh dunia dan memiliki kantor perwakilan yang tersebar di seluruh dunia.

Saat ini, Linkedin memiliki lebih dari 118 juta anggota di Asia Pasifik, dan lebih dari 22 juta anggotanya tersebut berasal dari Asia Tenggara. Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah dengan pertumbuhan anggota tercepat di dunia, dengan jumlah anggota yang mencapai lebih dari 8 juta di Indonesia, 4 juta di Filipina dan 3 juta di Malaysia.

LinkedIn Lite saat ini dapat diakses melalui web serta aplikasi android. Meskipun ini merupakan versi ringan, namun tetap menawarkan fitur-fitur utama seperti news feed, profil, jaringan, pesan, dan notifikasi. LinkedIn Lite dapat diakses melalui web browser dari hampir semua perangkat seluler dengan kemampuan internet yang tersedia di pasaran saat ini (bahkan dapat diakses melalui jaringan 2G). LinkedIn Lite versi aplikasi Android juga tergolong sangat ringan, karena hanya berukuran kurang dari 1 Megabyte dan dapat memangkas konsumsi data hingga 80 persen.

“Akses ke berbagai peluang ekonomi menjadi tantangan besar bagi para pelajar dan profesional, terutama mereka yang terhalang oleh ketersediaan teknologi dan konektivitas internet yang baik. Kami juga menyadari bahwa sebesar apapun manfaat yang ditawarkan oleh suatu produk, akan percuma jika tidak dapat diakses dan digunakan. Atas dasar inilah kami mengembangkan LinkedIn Lite. Kami berusaha menyediakan akses ke berbagai peluang ekonomi dan karier yang lebih luas bagi para anggota kami, mulai dari mendapatkan informasi terbaru seputar industri hingga pekerjaan baru.” – Akshay Kothari – Country Manager and Head of Product, LinkedIn India

Sejak pertama kali diluncurkan di India, LinkedIn Lite telah memberikan dampak yang luar biasa kepada para anggota. Selain akses yang lebih cepat, jumlah lamaran pekerjaan melalui LinkedIn pun meningkat drastis. Terlebih lagi, karena lebih dari setengah anggota baru LinkedIn mendaftar dari ponsel, LinkedIn Lite membuka kesempatan yang lebih besar bagi para profesional di kota-kota kecil untuk mendaftar dan terhubung di dalam jaringan profesional.

LinkedIn Lite kini dapat di akses dari lebih dari 60 negara, melalui mobile web di www.linkedin.com, atau unduh aplikasi untuk ponsel Android di Play Store. Daftar lengkap 60 negara yang bisa mengakses LinkedIn Lite terdapat di bawah ini:

LinkedIn Lite Mobile Web & Android App
Aljazair Pantai Gading Jamaika Maroko Srilanka Vietnam
Angola Mesir Jordan Myanmar Sudan Yaman
Azerbaijan Fiji Kazakhstan Namibia Tajikistan Zambia
Bangladesh Gabon Kenya Nigeria Thailand
Botswana Ghana Kirgistan Pakistan Tunisia
Kamboja India Lebanon Papua Nugini Turki
Kamerun Indonesia Malaysia Filipina Turkmenistan
Tanjung Verde Iran Mauritius Afrika Selatan Uzbekistan
LinkedIn Lite Mobile Web
Bhutan Lesotho Samoa
Kongo Libyan Arab Jamahiriya Sao Tome & Principe
Djibouti Maladewa Kepulauan Solomon
Guinea Khatulistiwa (Equatorial Guinea) Republik Kepulauan Marshall Swaziland
Georgia Mauritania Republik Arab Suriah
Guyana Mongolia Timor-Leste
Irak Saint Lucia Tonga
Kiribati Saint Vincent