Kemenristekdikti Cetak Startup Lewat Program Inkubasi Bisnis Teknologi

667
Menristekdikti, M. Nasir dalam Pembukaan Pelatihan Inkubasi Bisnis Teknologi (sumber: ristekdikti.go.id)

Teknologi.info – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (disingkat Kemenristekdikti) membuat program Inkubasi Bisnis Teknologi. Program ini sudah ada sejak tahun 2013, di tahun ini dijalankan oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi (Ditjen PI) melalui Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT).

Program IBT ada untuk mencetak dan menumbuh kembangkan perusahaan-perusahaan pemula berbasis teknologi dan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). IBT sendiri adalah skema pendanaan untuk lembaga inkubator dan perusahaan pemula berbasis teknologi (startup) sebagai tenant dalam melakukan proses inkubasi guna meningkatkan daya saing perusahaan pemula tersebut, sehingga mampu bertahan dan berkembang di pasar domestik ataupun global.

Ada tujuh bidang yang menjadi prioritas dalam program IBT yaitu pangan, kesehatan & obat, energi, transportasi, pertahanan dan keamanan, teknologi informasi dan komunikasi, material maju dan maritim. Bagi anda startup yang berkaitan dari salah satu ketujuh bidang tersebut bisa mengikuti program ini.

IBT 2016

Untuk IBT 2016 sudah dibuka oleh Menristekdikti, Mohammad Nasir pada Minggu 24 Juli 2016. Di tahun ini terdapat 237 proposal yang masuk, dan yang lulus administrasi sebanyak 89 produk/tenant. Setelah itu, ada 50 produk/tenant yang menjadi hasil akhir untuk diinkubasi.

M. Nasir dalam sambutannya dikutip dari ristekdikti.go.id menyatakan, “Indonesia mau tidak mau harus berusaha memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Selain dengan landasan ini, harus juga melakukan revolusi mental untuk mendorong semangat berkompetisi agar mampu bertahan ditengah era perdagangan bebas saat ini.”

“Pendidikan dan pelatihan harus bisa diakses oleh warga negara Indonesia, selain itu pendidikan dan pelatihan dituntut untuk mampu menghasilkan SDM yang berdaya saing dan handal sehingga mampu berkontribusi dalam agenda pembangunan nasional,” tambah Nasir.

Kemenristekdikti mengajak Smart Plus Accelerator dan Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) untuk bekerja sama mengadakan program IBT tahun 2016. Terdapat Pelatihan Inkubator Bisnis Teknologi yang merupakan rangkaian IBT 2016 dilaksanakan di Technology Business Incubator Center (TBIC), Puspitek Serpong dari tanggal 22-27 Juli 2016.

Peserta pelatihan mendapatkan materi berupa motivasi wirausaha, konsep dan praktek inkubator bisnis teknologi, pembuatan SOP inkubator bisnis teknologi, pembuatan business plan, strategi pitching, pemasaran, pengelolaan keuangan dan kemampuan teknis lain untuk menunjang pengembangan bisnis.

Dikutip dari Jawa Pos, anggaran yang disiapkan untuk IBT mencapai Rp 13 miliar. Sehingga, 50 produk/tenant akan mendapatkan uang berkisar dari 250 juta sampai 270 juta rupiah. Dari situ, akan didapatkan 12 startup terbaik yang akan diberangkatkan ke London untuk pelatihan bekerjasama dengan Royal Academy of Engineering.

Penutup

Jika anda ingin mengikuti program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) nantinya. Anda bisa mencari informasi melalui website: ristekdikti.go.id, atau website khusus IBT di ibt.ristekdikti.go.id.