Teknologi.info – Intel menerima tambahan modal senilai 2 miliar dolar AS dari SoftBank Group, langkah yang dinilai sebagai dukungan besar bagi raksasa chip asal Amerika Serikat yang tengah berupaya bangkit dari keterpurukan. Investasi ekuitas tersebut diumumkan kedua perusahaan pada Senin (18/8) waktu setempat.
Bagi Intel, yang pernah menjadi ikon industri semikonduktor, pendanaan ini menjadi napas baru setelah bertahun-tahun tertinggal dalam persaingan, terutama di sektor chip kecerdasan buatan (AI). Dengan masuknya dana segar ini, SoftBank akan menjadi salah satu dari sepuluh pemegang saham terbesar Intel.
Daftar Isi
Strategi SoftBank dan Dampaknya
SoftBank belakangan gencar menanamkan modal di sektor semikonduktor dan AI. Selain investasi ini, perusahaan asal Jepang itu juga tengah membangun proyek pusat data raksasa bernama Stargate di Amerika Serikat dengan nilai sekitar 500 miliar dolar AS. Meski demikian, laporan Financial Times menyebutkan bahwa sebelum pengumuman investasi, SoftBank sempat menjajaki kemungkinan membeli bisnis manufaktur chip kontrak milik Intel.
Intel sendiri telah menggelontorkan miliaran dolar untuk memperkuat bisnis manufaktur chip, namun hingga kini masih kesulitan bersaing dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) dan belum banyak menarik pelanggan eksternal.
Sejumlah analis menilai investasi SoftBank belum cukup untuk mengubah posisi Intel secara drastis. Namun, hubungan baik antara CEO SoftBank Masayoshi Son dengan pemerintahan AS dipandang sebagai faktor penting dalam kelanjutan kerja sama ini.
Kaitan dengan Pemerintah AS
Pekan lalu, beredar kabar bahwa pemerintah Amerika Serikat mempertimbangkan untuk mengambil 10% saham Intel. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk memaksa pasar membeli produk Intel, melainkan semata-mata demi menstabilkan perusahaan. Dana investasi itu diperkirakan akan bersumber dari skema CHIPS Act.
Meski begitu, hingga kini belum ada kejelasan mengenai besaran maupun waktu masuknya investasi pemerintah tersebut.
Posisi dan Tantangan Intel
Suntikan dana dari SoftBank akan dilakukan melalui penerbitan saham baru, dengan nilai pembelian 23 dolar AS per saham—sedikit lebih rendah dibanding harga penutupan saham Intel pada hari Senin. Dengan langkah ini, SoftBank akan menggenggam hampir 2% saham Intel, menempatkannya sebagai pemegang saham terbesar keenam menurut data LSEG.
Namun, tantangan Intel tidaklah kecil. Perusahaan melaporkan kerugian sebesar 18,8 miliar dolar AS pada 2024, kerugian tahunan pertama sejak 1986. Persaingan ketat dari AMD serta gagalnya strategi bisnis manufaktur kontrak membuat Intel harus memikirkan ulang arah usahanya.
CEO Intel, Lip-Bu Tan—yang sebelumnya pernah menjadi anggota dewan SoftBank—menyampaikan apresiasinya kepada Masayoshi Son atas kepercayaan yang diberikan. Investasi ini juga memperkuat rangkaian pendanaan besar SoftBank sepanjang 2025, termasuk komitmen 30 miliar dolar AS untuk OpenAI serta pendanaan utama bagi proyek Stargate.

