Luar Biasa! Ternyata Air Hasil Dari Teknologi Penyaringan Ini Lebih Berkualitas Dari Air Minum Kemasan

834
Teknologi Biofilter dan Ultrafilter, temuan terbaru dari BPPT

Teknologi.info – Tim Air Bersih dan Sanitasi dari Pusat Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil menemukan sebuah teknologi untuk mengubah air tercemar menjadi air siap konsumsi. Tidak tanggung-tanggung, tim tersebut menemukan dua teknologi sekaligus yang diberi nama Biofilter dan Ultrafilter. Penelitian kedua teknologi ini telah dilakukan sejak tahun 2000 sampai saat ini.

Nusa Idaman Said, selaku peneliti utama dari Pusat Teknologi Lingkungan BPPT, menjelaskan kerja kedua teknologi tersebut. Beliau mengatakan bahwa teknologi Biofilter menggunakan mikroba sebagai pengubah air tercemar. Mikroba tersebut akan bekerja selama satu hari jika kadar polutan di dalam air yang tercemar cukup kuat.

Selanjutnya, air yang tercemar atau terkena limbah dilewatkan ke dalam sebuah reaktor yang sudah diberikan udara. Kemudian, air tersebut dilewatkan melalui sebuah media plastik (tumbuh mikroba) berbentuk sarang tawon. Limbah akan diuraikan oleh mikroba saat air melalui proses tersebut.

Proses di atas, yakni Biofilter digunakan untuk mengubah air non-konsumsi. Akan tetapi, jika digunakan untuk konsumsi, maka harus dilanjutkan dengan teknologi Ultrafilter. Teknologi ini sendiri bekerja dengan sistem penyaringan sangat kecil, yakni hanya dengan membran berukuran 0,01 mikron. Lebih lanjut, untuk menghasilkan minuman siap ‘saji’, proses Reverse Osmosis (RO) perlu dilakukan. Membran pada proses RO berukuran lebih kecil, yakni sebesar 0,001 mikron dan perlu tenaga yang lebih besar untuk mendorong air.

www.kelair.bppt.go.id

Menurut Nusa, kualitas air yang dihasilkan dari teknologi ini ternyata lebih baik dari kualitas air minum kemasan yang sudah terkenal di tanah air. Ia menjelaskan, air siap minum yang dihasilkan memiliki Total Dissolved Solids (TDS) dibawah dua puluh, sedangkan air kemasan tersebut memiliki TDS sebesar 80.

TDS adalah tingkat kandungan zat organik dan anorganik yang terlarut dalam air. Dimana ada kandungan yang tidak diinginkan berada di dalam zat terlarut tersebut, misalnya, nitrat, besi, dan lain-lain. Jadi, semakin rendah nilai TDS menandakan semakin baik kualitas dari air tersebut. Semoga saja dengan ditemukannya teknologi terbaru ini oleh BPPT dapat menjadi solusi ketersediaan air bersih untuk daerah yang memerlukan di seantero tanah air.

Advertisements