Adanya Ojek Online Kurangi Pengangguran di Indonesia

63
GO-JEK salah satu startup bidang transportasi online

Teknologi.info – Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia merilis berita statistik tentang Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di bulan Agustus 2016. Dimana sebanyak 5,61 % dari total penduduk Indonesia atau setara dengan 7,03 juta orang menganggur, jumlah tersebut turun 0,57 % atau 530.000 orang dibanding Agustus tahun lalu.

Menurut Suhariyanto sebagai Kepala BPS mengungkapkan penurunan angka pengangguran karena peningkatan pada jumlah tenaga kerja sektor informal. Hal itu dipengaruhi adanya aplikasi transportasi online atau sering disebut ojek online.

Keberadaan ojek online mulai dari GO-JEK, Uber, Grab dan lain-lain memberikan kesempatan bagi tenaga kerja pria dan perempuan untuk menjadi driver. Tidak hanya itu, ojek online juga mempengaruhi sektor lain seperti perdagangan dimana banyak perempuan yang berjualan dengan menggunakan jasa mereka mengantarkan barang.

“Ojek online iya berpengaruh. Selain itu, banyak sekali yang Agustus ini perempuannya dia dulu ibu rumah tangga tetapi sekarang dia bekerja dan kalua dilihat lapangan kerjanya perdagangan,” ujar Suhariyanto dikutip dari Kontan.

Perkembangan startup di bidang transportasi online merambah tidak hanya mengantarkan penumpang. Tapi juga mengirimkan barang seperti makanan dari restoran, hingga penjualan dari toko-toko online macam baju dan barang kerajinan.

Sukardi sebagai Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS menyebutkan bahwa sektor yang menyerap tenaga kerja paling besar adalah perdagangan dan jasa. Karena pertumbuhan di kedua sektor tersebut cukup besar.

Peningkatan perdagangan berbasis online membuat TPT menurun dibanding tahun lalu. Jadi, adanya penjual produk secara online, ikut berpartisipasi mengurangi pengangguran terbuka. “Kita lihat dari penyerapan tenaga kerja di sektor perdagangan sudah meningkatnya tinggi sekali, termasuk dari online dan offline. Kalua ojek, kelihatan. Kalua perdagangan online tidak kelihatan,” kata Sukardi dikutip dari Republika.